🕌 Pondok Pesantren · Selomerto, Wonosobo
📍 Cumbring, Jl. Banyumas, Tawangsari, Krasak, Kec. Selomerto, Kabupaten Wonosobo



PP An-Nida' Islamic Boarding School adalah pondok pesantren modern di Selomerto, Wonosobo, yang memadukan pendidikan agama (tahfidz & kitab kuning) dengan kurikulum formal jenjang SMP dan SMA.
Kami membekali santri dengan ilmu agama yang kuat sekaligus keterampilan akademik dan hidup mandiri, agar siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai muslim yang berakhlak mulia.
Dari sejarah berdirinya, sosok pendiri, arah pendidikan, kurikulum, hingga pencapaian santri — semua bisa kamu telusuri di sini.
Perpaduan kurikulum nasional dan pendidikan pesantren yang terstruktur.
Selengkapnya →Program khusus dan nilai lebih yang membedakan santri An-Nida'.
Selengkapnya →Bergabunglah bersama PP An-Nida' Islamic Boarding School — daftar sekarang untuk jenjang SMP dan SMA.

Proses pendaftaran santri baru: isi formulir online, lengkapi berkas (KK, akte, ijazah, KTP orang tua, pas foto), lalu ikuti tahap seleksi.
Baca selengkapnya →
Madrasah Diniyah An Nida’ atau yang disingkat MADIN adalah suatu lembaga pendidikan keagamaan non formal yang merupakan integral pesantren mengikuti sistem atau Program Kuliyatul Mu’alimin Al Islamiyah (KMI) sebagai wadah siswa SMP atau MTs dan SMA atau MA dalam mendalami ilmu agama disamping mengasah daya intelektual santri juga dibekali kepandian bahasa asing yaitu lughotain dua bahasa (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris) yang mengacu pada intelektualitas sehingga diharapkan out put dari MADIN itu sendiri mampu menjawab tuntutan masyarakat dalam mendampingi dan membimbing masyarakat menuju masyarakat madani yang sesuai denga cita-cita bangsa. Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur.

Sebagai sistem pengetahuan di pesantren, eksistensi kitab kuning sudah ada sejak abad 1-2 Hijriyah yang kemudian berkembang hingga sekarang. Tradisi literasi keislaman ini mampu tetap bertahan sebab ia memiliki khazanah keilmuan yang sangat luas. Tradisi keilmuan pesantren berbasis kitab kuning memang unik. Setidaknya ada tiga hal yang mendasari keunikan tersebut. Pertama, tradisi kitab kuning dapat menjamin adanya pembelajaran yang berurutan, berjenjang, dan tuntas. Biasanya, ketika santri mempelajari satu kitab dasar sudah khatam, baru kemudian beranjak ke kitab lainnya yang levelnya lebih tinggi. Kedua, kitab kuning menjamin keilmuan Islam itu bersanad, yaitu memiliki mata rantai yang jelas dan bersambung hingga Rasulullah Saw. Termasuk juga memiliki klasifikasi bahkan afiliasi yang jelas, misalnya kalau ada santri belajar kitab Safinah, maka itu termasuk kategori kitab Syafi’iyyah. Ketiga, belajar kitab kuning itu sekaligus mengakomodasi. Berbagai macam pola pembelajaran yang terlembagakan. Sebab, kitab kuning sendiri memiliki beragam nama metode ngajinya, seperti bandongan, sorogan, musyawarah atau bahtsul masail, musyawarah kubra, dan lain-lain.

Madrasah Diniyah An Nida’ atau yang disingkat MADIN adalah suatu lembaga pendidikan keagamaan non formal yang merupakan integral pesantren mengikuti sistem atau Program Kuliyatul Mu’alimin Al Islamiyah (KMI) sebagai wadah siswa SMP atau MTs dan SMA atau MA dalam mendalami ilmu agama disamping mengasah daya intelektual santri juga dibekali kepandian bahasa asing yaitu lughotain dua bahasa (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris) yang mengacu pada intelektualitas sehingga diharapkan out put dari MADIN itu sendiri mampu menjawab tuntutan masyarakat dalam mendampingi dan membimbing masyarakat menuju masyarakat madani yang sesuai denga cita-cita bangsa. Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur.