PP An-Nida' Islamic Boarding School

Cumbring, Jl. Banyumas, Tawangsari, Krasak, Kec. Selomerto, Kabupaten Wonosobo

An-Nida' Islamic Boarding School

Visi

“Terwujudnya peserta didik yang berakhlak mulia, cerdas, terampil, berprestasi, dan sadar lingkungan berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an.”

Misi

Takhassus dan Keunggulan Pesantren

Tahfidzul Qur’an (Hafalan Al-Qur’an)

Program ini lebih mengutamakan pada aspek hafalan Al-Qur’an, sehingga dapat dikatakan sebagai salah satu program unggulan yang dirancang secara khusus untuk mempersiapkan generasi yang tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga menjaga dan melestarikan kemurnian serta pemaknaan ayat-ayat Al-Qur’an secara utuh. Melalui pendekatan yang terarah dan sistematis, para santri dibimbing untuk memahami setiap ayat yang dihafalkan, baik dari segi lafadz, tajwid, maupun kandungan maknanya, sehingga hafalan yang dimiliki tidak bersifat sekadar mengingat, melainkan juga disertai dengan pemahaman yang mendalam. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menanamkan kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an dalam diri santri, sehingga mereka terdorong untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, diharapkan para santri mampu menjadi generasi penjaga Al-Qur’an (huffazh) yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya serta menyebarkannya kepada masyarakat secara luas.

Kajian Kutub At Turats

Macam pola pembelajaran yang terlembagakan di lingkungan pesantren memiliki beragam nama metode yang telah berkembang dan diwariskan secara turun-temurun, seperti bandongan, sorogan, musyawarah atau bahtsul masail, musyawarah kubra, dan lain sebagainya. Setiap metode tersebut memiliki karakteristik dan pendekatan yang berbeda-beda dalam proses penyampaian ilmu, sehingga mampu memberikan pengalaman belajar yang variatif bagi para santri. Metode bandongan, misalnya, lebih menekankan pada penyampaian materi secara langsung oleh kiai atau ustadz kepada santri dalam jumlah besar, sementara sorogan memberi kesempatan kepada santri untuk belajar secara lebih personal melalui interaksi langsung dengan pengajar. Di sisi lain, metode musyawarah atau bahtsul masail melatih santri berpikir kritis, analitis, dan argumentatif dalam membahas persoalan keagamaan, sedangkan musyawarah kubra dilakukan dalam skala lebih besar dengan pembahasan yang lebih kompleks. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran di pesantren tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter, kemampuan intelektual, dan keterampilan sosial, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang dinamis, adaptif, dan tetap berlandaskan tradisi keilmuan Islam.

Arabic and English Development Study (AEDS)

Di sisi lain, metode musyawarah atau bahtsul masail menjadi salah satu sarana penting bagi para santri untuk melatih kemampuan berpikir kritis, analitis, dan argumentatif dalam membahas berbagai persoalan keagamaan yang berkembang di masyarakat. Melalui metode ini, santri tidak hanya dituntut untuk memahami materi, tetapi juga mampu mengemukakan pendapat serta mempertahankannya dengan dasar yang kuat. Sementara itu, musyawarah kubra biasanya dilaksanakan dalam skala yang lebih besar dengan melibatkan lebih banyak peserta serta pembahasan yang lebih luas dan kompleks, sehingga memberikan pengalaman intelektual yang lebih mendalam bagi para santri. Keberadaan berbagai metode tersebut menunjukkan bahwa sistem pembelajaran di pesantren tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu semata, tetapi juga menekankan pada pembentukan karakter, pengembangan kemampuan intelektual, serta keterampilan sosial santri secara menyeluruh. Dengan demikian, pola pembelajaran yang diterapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang dinamis, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai serta tradisi keilmuan Islam yang telah mengakar kuat.

Aktivitas Pesantren

PSB PP An-Nida’ Islamic...
Proses Pendaftaran Santri Baru Mengisi formulir online yang telah disediakan ...

Tentang An-Nida' Islamic Boarding School